Dzikir

himpunan doa photo himpunandoa.gif

Wednesday, 6 March 2013

Gebyar STAI Sukabumi II ( GSS II )

GEBYAR STAI UKABUMI II. ( GSS II )
 
Insya Allah di laksanakan pada Tanggal 09-10 Maret 2012...

kutilah!! GSS II tahun 2013 menyelenggarakan berbagai perlombaan tingkat SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat seKoKab Sukabumi. Perlombaan berbagai Kategori; 
1. Keagamaan 
     a. MTQ
     b. MSQ 
2. Pidato 
     a. Pidato Bahasa Arab 
     b. Pidato Bahasa Inggris 
      c. Pidato Bahasa Sunda 
3. Seni 
     a. Akustik Religi 
     b. Kaligrafi 
     c. Marawis 
4. KePalangMerahan 
     a. Tandu Darurat 
     b. PP 
      c. Mading Kesehatan 
      d. PRS versi Konselor 
5. PRAMUKA 
     a. PBB 
     b. BonPasten
     c. Semapoer 
     d. Tekpram 

Pendaftaran: 18 Februari - 7 Maret  2013 jam 10.00 - 17.30 WIB di Kampus STAI Sukabumi..
Tecnikal Meeting, Rabu 06 Maret 2013, Pukul 13.00 WIB

Info Jawal Menyusul........

informasi lebih lanjut..
hub Wahyu Ginanjar (Ketua Sema : 085797079373 )
        Asep Pian ( Ket Panitia : 081807409144 )
        M. Ridwan ( Kord. PMR : 085863282041 )
        Pembina KSR STAI ( Asep Jafarudin , M. Pd. I : 085659516051 )
        Ab Qohar ( Kor Pramuka : 085723083263 )


LIHAT ALBUM GSS I tahun 2012.... kunjungi...
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.414799875198828.107041.100000064578850&type=3

Thursday, 17 January 2013

Seven Penyokers Forever

Seven Penyokers (sebuah cerita saja)
Para Personil Boy Band Penyokers sebelum acara manggung di STAI Sukabumi
Seven Penyokers adalah Boy Band yang menggemparkan dunia Musik nasional di era tahun 2010-an, lahir pada tanggal 01 Agustus 2010 di Kota Sukabumi. Penyokers ini kumpulan mahasiswa STAI Sukabumi yang punya karakter khusus, kombinasi dari semuanya ini lah yang menciptakan warna yang berbeda dalam Boy Band ini. Karya-kaya Album lagu, Film lucu dan Film-film Motifasinya terjual ratusan Copy di masa tahun 2011. hingga mendapat julukan "The Most Famious"
Boy Band Penyokers dalam Ruang Konsolidasi
Walau sibuk dengan tugas Shooting dan show, namun Penyokers tetap exis dan aktif dalam kegiatan perkuliahannya. bahkan Berbagai Kegiatan Kemahasiswaan selalu di ikuti Boy band ini. Seperti Lomba Panjat Tebing, Lomba Futsal, Lomba Porseni.
Tampak Ufi (yang megang Piala Juara Umum Porseni ), Ega dan Murids yang mendapat Medali dan sertifikat Kejuaraan.
Tampak sebagian Penyoker sedang Panjat Tebing
Tampak Keceriaan Sebagian Personil Penyokers setelah mendapat kemenangan Bermain Futsal
Namun di awal 2013, Kegiatan mannggungnya mulai dikurangi, karena berbenturan dengan kegiatan perkuliahan, PPK dan KKN, wisuda dan sebagainya. Namun pembaca jangan khawatir, Para penyokers tlah berkomitmen untuk slalu menyempaykan di waktu kesibukannya masing-masing, akan kembali terjun ke dunia musik.. Agar pembaca lebih mengenal jauh tentang Personil Penyokers, yuk kita selami lebih dalam...  

Inilah sederetan nama dan Biodata para personilnya...  

1. Ruslan Firmansyah ( Ufi ), Pemuda kelahiran 27 November 1990 ini memiliki karakter khusus, Rajin mengaji di banding pemuda-pemuda sebaya di sekitar rumahnya.. Sifatnya yang simpati terhadap keadaan sahabat, membuatnya lebih terkesan familiar dan loyal di lingkungan penyokers... Ufi merupakan Alumni Terbaik dari SMAN 3 Kota Sukabumi lulusan 2009. Kini Ia bekerja sebagai Staf Ahli di Apotik Kedokteran di Wilayah Pusat Kota Sukabumi.dan kini ia bertempat tinggal dirumah Pribadinya di Daerah Ciaul... 


2. Edi Kusnadi ( Edod ), Pemuda Agresif aktif ini merupakan Sahabat yang paling Dewasa di banding teman yang lain, Dengan karakternya yani g Kuat, dan mampu memahami kondisi, Kini ia menjabat sebagai Ketua Umum HMI Komisariat STAI Sukabumi. Edod pun merupakan lulusan terbaik MA Sunanul Huda, Meraih Peringkat 1 Berturut-turut dari kelas 1. Kegiataan2 kesiswaan yang ia alami, membawanya bangkit dan terjun kembali ke dunia pendidikan, Kini Ia mendapat Kepercayaan sebagai Guru dan pembina Siswa di Sebuah MTs Terkemuka di daerah Cikirai Cisaat, dekat Tempat tinggalnya....


3. Riyan Anggiawan ( Ule ), Personil yang paling lugu dan lembut ini lebih sering menyendiri ketika tidak ada kegiatan, ia lebih memilih membaca2 buku-buku perkuliahan ataupun terkadang menulis dan mengutarakan isi hati dan fikirannya lewat tulisan. Dengan sikapnya yang lugu, terkadang Ule sebagai sasaran guyonan dan bercanda rekan se penyokers... namun Ule tak pernah emosi ataupun marah, ia tetap sikapi dengan bijak dan tenang-tenang saja.. Kini Ule menjabat Sebagai Guru Agam Islam di Sebuah MTs di daerah Cisaat, Berdekatan dengan rumahnya di mangkalaya.


4. Elga Gauzia ( Ega ), Personil kelahiran 14 September 1991 ini lebih terjun kepada dunia musik, Ega pula lah yang menjadi Vokal di Penyokers, selain kemahirannya bernyanyi, ia pun mahir memainkan sejumlah alat musik, sperti Gitar, Keyboard dan Kecapi... Sikapnya yang selalu tampak santai dan Enjoy, terkadang membuat temannya merasa bingung dan aneh menyikapinya... Tapi di balik sikapnya yang enjoy, Dia Punya semangat sahabat yang beda di banding teman yang lain. Lebih peduli dan pengertian..


5. Muhammad Ridwan Setiawan ( Murids ), Personil kelahiran 10 November 1989 ini lebih sering menjadi bahan tertawaan dan sindiran, karena berbagai kekurangan dalam dirinya tampak jelas dimiliki olehnya, Namun walaupun demikian, Murids tak pernah terlalu peduli dengan apa yang di katakan orang lain tentangnya, Ia lebih ingin banyak belajar dari rekan2nya. Sifatnya yang terkadang lemah, membuat ia harus terkadang bertanya2 kepada rekan2nya dalam menyikapi hidupnya. Ia lebih berusaha sederhana dan berharap kesederhanaannya manfaat untuk teman2nya...


 6. Juanda Awaludin F. ( Dajon ), Pemuda kelahiran 3  juli 1992 ini bisa di bilang personil penyokers yang paling Tangguh, dia lebih berani dalam setiap hal. Perjalanan berapa ratus kilo pun ia berani menggunakan motor dengan kecepaan penuh... namun dalam keberaniannya ini, ia memiliki sikap yang lebut pula, simpati terhadap kondisi persahabatan ia lebih mengutamakan. tak peduli siapaun itu, kalu sudah mengijak nama baik persahabatan, ia rela memperjuangkan...
Pengalamnnya dalam setiap kegiatan organisasi, membuat ia hampis selalu tau kondisi kehidupan orang luar, bahkan semua jenis usaha dan harga serta prediksi sukses dan tidaknya, dajon sudah mampu menilainya ..



7. Eko Nurarif ( Eko ), Personil kelahiran 29 Januari 1992 ini lebih banyak mengoptimalkan waktunya dengan tugas, Tugas yang sehari2 sebagai Kepala KUA bagian bidang sumber daya manusia ini lebih fokus. karena terkadang ada tugas mendadak yang memag tak bisa di wakilkan. Tugasnya yang tak bisa di wakilkan ini membuatnya terkadang lupa dengan kebutuhan sehari harinya... makan yang tak teratur membuatnya gampang terserang sakit.... Namun Eko tetap punya rasa disiplin yang tinggi, Berani dan bertanggung jawab...



Demikian perkenalan sedikit mengenai Apa itu Penyokers dan siapa saja Penyokers....
Semoga para pembaca merasa sedikit tau dan faham apa itu Penyokers serta dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari setiap yang teelah terlewatkan....
Untuk Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi no kontak masing2 personil di setiap alamat Email, Twiter, Fb, dan BBM masing masing personil...



Foto2 Para Penyokers di saat waktu senggang,
 
 
waktu berkumpul dan di tengah kebahagiaan persahabatannya...


.






















 

Sunday, 27 May 2012

Berbahagia dengan Berfikir Fositif


Berpikir Positif Membuat Hidup Lebih Bahagia 

Mengawali hari dengan berpikir positif itu sangat penting. Dengan berpikir positif, membuat urat-urat pikiran menjadi tidak tegang dan membantu kita berpikir jernih dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Ini dikarenakan dengan berpikir positif berarti kita memancarkan energi positif dalam diri kita. Berikut ini beberapa manfaat berpikir positif :
1. Mengurangi stress 
Dengan berpikir positif berarti mengabaikan pikiran negatif, mengurangi kecemasan, secara tidak langsung akan mengurangi pikiran-pikiran yang memicu stres. Untuk lebih lengkap anda dapat memakan sedikit coklat. Coklat dapat menimbulkan rasa nyaman. Kandungan alkaloid-alkaloid seperti teobromin, fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan perubahan kadar serotonin di otak yang dapat mengubah mood seseorang.
2. Meningkatkan Kesehatan
Pikiran-pikiran yang positif berarti tenang, yakin, dan damai bukan benci, cemas, khawatir. Dengan berpikir positif anda akan merasakan kesejahteraan. Hal ini akan berdampak juga pada kesehatan. Berpikir positif akan membantu mengatasi gangguan tidur, ketegangan otot, kecemasan, dan kelelahan.
3. Semakin Percaya Diri
Berpikir positif akan menambah rasa optimisme yang akan membantu menambah rasa percaya diri anda untuk menunjukkan potensi anda secara optimal.
4. Fokus dan Menghasilkan Keputusan Yang Baik
Berpikir positif juga membantu untuk fokus daripada memikirkan hal-hal yang negatif. Dengan fokus maka akan menghasilkan keputuan yang baik dan cepat.
5. Menghilangkan Rasa Takut dan Membuat Hidup Lebih Bahagia
Berpikir hal-hal yang negatif akan membuat kita menjadi penakut. Takut akan hal-hal yang buruk terjadi pada hidup kita. Tetapi sebaliknya dengan berpikir positif kita akan yakin bahwa apapun yang terjadi dan seburuk apapun itu semuanya pasti dapat kita hadapi. Hidup kita akan menjadi lebih bahagia, damai, sehat, dan akan membantu meningkatkan kesuksesan finansial anda.
       
Selamat Menonton, Selamat Menikmati.... Hehehehehe... 
Rame Nya Bikin Blog teh..... wkwkwkwkwkwkw

Saturday, 17 December 2011

Rincian Tugas Anggota Pengurus Organisasi







I. KETUA
1. Memimpin dan mengendalikan kegiatan para anggota pengurus dalam melaksanakan tugasnya.
2. Mewakili Organisasi ke luar maupun ke dalam.
3. Memimpin pelaksanaan program agar tidak melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di negara kesatuan RI.
4. Menandatangani surat-surat penting, termasuk nota pengeluaran uang/dana/harta kekayaan organisasi.
5. Mengatasi dan bertanggung jawab terhadap segala permasalahan atas pelaksanaan tugas yang dijalankan oleh para pengurus.
6. Mengadakan evaluasi terhadap semua kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para pengurus.
7. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan pelaksanaan seluruh tugas organisasi kepada segenap jamaah.
II. SEKRETARIS
1. Mewakili ketua apabila yang bersangkutan tidak hadir/tidak kuasa.
2. Memberikan pelayanan teknis administratif.
3. Membuat dan mendistribusikan undangan.
4. Membuat daftar hadir rapat/pertemuan.
5. Mencatat dan menyusun notulen rapat/pertemuan.
6. Mengerjakan seluruh pekerjaan sekretariat, yakni mencakup:
a. mengadakan surat-menyurat serta pengarsipannya.
b. mengadakan dan mengelola daftar jama'ah/ustadz&sumber daya lainnya.
c. membuat laporan organisasi (bulanan, triwulan, dan tahunan), termasuk musyawarah-musyawarah pengurus dan jamaah.
7. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.
III. WAKIL SEKRETARIS
1. Mewakili sekretaris apabila yang bersangkutan tidak hadir/tidak kuasa.
2. Membantu sekretaris dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.
3. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada sekretaris.
IV. BENDAHARA
1. Memegang dan mengelola harta kekayaan organisasi, baik berupa uang, barang-barang inventaris, maupun tagihan-tagihan.
2. Merencanakan dan mengusahakan masuknya dana masjid serta mengendalikan pelaksanaan Rencana Anggaran Belanja Masjid sesuai dengan ketentuan
3. Menerima, menyimpan, dan membukukan keuangan, barang, tagihan, dan surat-surat berharga.
4. Mengeluarkan uang sesuai dengan keperluan berdasarkan persetuajuan ketua.
5. Menyimpan surat bukti penerimaan dan pengeluaran uang.
6. Membuat laporan keuangan rutin (bulanan, triwulan, tahunan) atau laporan khusus.
7. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.
8.
V. WAKIL BENDAHARA
1. Mewakili bendahara apabila yang bersangkutan tidak hadir/tidak kuasa.
2. Membantu bendahara dalam menjalankan tugasnya sehari-hari.
3. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada bendahara.
VI. SEKSI PENDIDIKAN DAN DAKWAH
1. Merencakan, mengatur dan melaksanakan kegiatan-kegiatan di bidang peningkatan ilmu dan atau amal keagamaan, yakni meliputi : a. bebas buta baca Alqur'an.
b. kursus-kursus ibadah wudhu, mandi besar, tayamum, sholat, manasik haji. c. dll.
2. Mengkoodinir pelaksanaan majelis ta'lim, pengajian umum, bapak-bapak, ibu-ibu, anak & remaja.
3. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua.
4. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.


VII. SEKSI PEMBANGUNAN, PERAWATAN & PERBAIKAN
1. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembangunan dan atau rehabilitasi masjid
2. Memelihara kebersihan, keindahan, dan kenyamanan di dalam dan di luar masjid.
3. Memelihara sarana-prasarana masjid.
4. Mendata kerusakan sarana dan prasarana masjid dan mengusulkan perbaikannya atau penggantiannya.
5. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua.
6. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.
VIII. SEKSI KERUMAHTANGGAAN
BIDANG IBADAH
1. Mengatur ritual ibadah di masjid, yakni meliputi :
a. sholat wajib harian dan membuat daftar imam tetap.
b. azan dan iqomat serta muazzin
c. sholat sunat khusus ( sholat gerhana bulan, matahari )
d. I'tikaf
e. dll.
2. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua.
3. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua
BIDANG PERALATAN & PERLENGKAPAN
1. Menyiapkan semua peralatan & perlengkapan untuk dipakai dalam kegiatan masjid
2. Mengelola peralatan dan perlengkapan masjid, yakni meliputi :
a. menginventarisasi peralatan dan perlengkapan masjid.
b.merencanakan pengadaan peralatan & perlengkapan untuk kelancaran kegiatan masjid
c. Mencatat peralatan & perlengkapan yang rusak/gagal fungsi untuk di perbaiki atau diganti.
3. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua.
4. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.
IX. SEKSI PERINGATAN HARI BESAR ISLAM (PHBI)
1. Mengadakan persiapan peringatan hari besar Islam, meliputi :
a. Idul Fitri dan Idul Adha
b. Penyembelihan hewan qurban
c. Isra' mi'raj
d. Tahun baru Hijriyah
e. Maulid Nabi
2. Mengadakan persiapan dan pelaksanaan kegiatan Ramadhan.
3. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua.
4. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketuA
X. SEKSI HUBUNGAN KEMASYARAKAT & URUSAN UMUM
1. Mengadakan koordinasi dengan pengurus RT/RW dan pemuka/tokoh masyarakat dalam pelaksanaan tugas.
2. Penyampaian undangan.
3. Penghubung organisasi dengan jamaah/masyarakat
4. Mengumpulkan zakat/infaq/sedekah/amal jariyah.
5. Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh ketua.
6. Melaporkan dan mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugasnya kepada ketua.

Sunday, 31 July 2011

Pengertian, Syarat dan Rukun Puasa



Apa itu Puasa?

Puasa ialah menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi perkara-perkara yang dapat membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sehingga terbenamnya matahari.

Hukum Puasa

Hukum puasa terbagi kepada tiga iaitu :

* Wajib – Puasa pada bulan Ramadhan.
* Sunat – Puasa pada hari-hari tertentu.
* Haram – Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa.

Syarat Wajib Puasa

* Beragama Islam
* Baligh (telah mencapai umur dewasa)
* Berakal
* Berupaya untuk mengerjakannya.
* Sihat
* Tidak musafir

Rukun Puasa

* Niat mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan(puasa wajib) atau hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai daripada terbenamnya matahari sehingga terbit fajar.
* Meninggalkan sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sehingga masuk matahari.

Syarat Sah Puasa

* Beragama Islam
* Berakal
* Tidak dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita
* Hari yang sah berpuasa.

Sunat Berpuasa

* Bersahur walaupun sedikit makanan atau minuman
* Melambatkan bersahur
* Meninggalkan perkataan atau perbuatan keji
* Segera berbuka setelah masuknya waktu berbuka
* Mendahulukan berbuka daripada sembahyang Maghrib
* Berbuka dengan buah tamar, jika tidak ada dengan air
* Membaca doa berbuka puasa

Perkara Makruh Ketika Berpuasa

* Selalu berkumur-kumur
* Merasa makanan dengan lidah
* Berbekam kecuali perlu
* Mengulum sesuatu

Hal yang membatalkan Puasa

* Memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan
* Muntah dengan sengaja
* Bersetubuh atau mengeluarkan mani dengan sengaja
* kedatangan haid atau nifas
* Melahirkan anak atau keguguran
* Gila walaupun sekejap
* Mabuk ataupun pengsan sepanjang hari
* Murtad atau keluar daripada agama Islam

Hari yang Disunatkan Berpuasa

* Hari Senin dan Kamis
* Hari putih (setiap 13, 14, dan 15 hari dalam bulan Islam)
* Hari Arafah (9 Zulhijjah) bagi orang yang tidak mengerjakan haji
* Enam hari dalam bulan Syawal

Hari yang diharamkan Berpuasa

* Hari raya Idul Fitri (1 Syawal)
* Hari raya Idul Adha (10 Zulhijjah)
* Hari syak (29 Syaaban)
* Hari Tasrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah)

Friday, 17 June 2011

4 Sumber Hukum Ahlussunnah Waljamaah

Di dalam menentukan hukum fiqih, madzhab Ahlussunnah wal Jama'ah bersumber kepada empat pokok, yaitu: Al-Qur'an, Hadits/As-Sunnah, Ijma' dan Qiyas.

Secara singkat, paparannya sebagai berikut:

Al-Qur'an

Al-Qur'an merupakan sumber utama dan pertama dalam pengambilan hukum. Karena Al-Qur'an adalah perkataan Allah yang merupakan petunjuk kepada umat manusia dan diwajibkan untuk berpegangan kepada Al-Qur'an. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 2 dan Al-Maidah ayat 44-45, 47 :

"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertaqwa." (QS. Al-Baqarah: 2)

"Dan barangsiapa yang tidak memutuskan hukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka adalah golongan orang-orang kafir." (QS. Al-Maidah: 44)

Tentu dalam hal ini yang bersangkutan dengan aqidah

"Dan barangsiapa yang tidak memutuskan hukum menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka adalah orang-orang yang dzalim." (QS. Al-Maidah: 45)

Dalam hal ini urusan yang berkenaan dengan hak-hak sesama manusia

"Dan barangsiapa yang tidak memutuskan hukum menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka adalah golongan orang-orang fasik." (QS. Al-Maidah: 47)

Dalam hal ini yang berkenaan dengan ibadah dan larangan-larangan Allah.

Al-Hadits/Sunnah

Sumber kedua dalam menentukan hukum ialah sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena Rasulullah yang berhak menjelaskan dan menafsirkan Al-Qur'an, maka As-Sunnah menduduki tempat kedua setelah Al-Qur'an. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat An-Nahl ayat 44 dan Al-Hasyr ayat 7, yang artinya sebagai berikut:

"Dan kami turunkan kepadamu Al-Qur'an agar kamu menerangkan kepada ummat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka supaya mereka memikirkan." (QS. An-Nahl: 44)

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat keras sikapnya." (QS. Al-Hasyr: 7)

Kedua ayat tersebut di atas jelas bahwa Hadits atau Sunnah menduduki tempat kedua setelah Al-Qur'an dalam menentukan hukum.

Al-Ijma'

Yang disebut Ijma' ialah kesepakatan para Ulama' atas suatu hukum setelah wafatnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena pada masa hidupnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam seluruh persoalan hukum kembali kepada beliau. Setelah wafatnya Nabi maka hukum dikembalikan kepada para sahabatnya dan para Mujtahid.

Kemudian ijma' ada 2 macam :
1. Ijma' Bayani ialah apabila semua Mujtahid mengeluarkan pendapatnya baik berbentuk perkataan maupun tulisan yang menunjukan kesepakatannya.
2. Ijma' Sukuti ialah apabila sebagian Mujtahid mengeluarkan pendapatnya dan sebagian yang lain diam, sedang diamnya menunjukan setuju, bukan karena takut atau malu.

Dalam ijma' sukuti ini Ulama' masih berselisih faham untuk diikuti, karena setuju dengan sikap diam tidak dapat dipastikan. Adapun ijma' bayani telah
disepakati suatu hukum, wajib bagi ummat Islam untuk mengikuti dan mentaati. Karena para Ulama' Mujtahid itu termasuk orang-orang yang lebih mengerti dalam maksud yang dikandung oleh Al-Qur'an dan Al-Hadits, dan mereka itulah yang disebut Ulil Amri Minkum. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat An-Nisa' ayat 59, (yang artinya): "Hai orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya dan Ulil Amri di antara kamu."(QS. An-Nisa': 59)

Dan para Sahabat pernah melaksanakan ijma' apabila terjadi suatu masalah yang tidak ada dalam Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Pada zaman sahabat Abu Bakar dan sahabat Umar radhiyallahu 'anhum ajma'in jika mereka sudah sepakat maka wajib diikuti oleh seluruh ummat Islam.

Inilah beberapa Hadits yang memperkuat Ijma' sebagai sumber hukum, seperti disebut dalam Sunan Tarmidzi Juz IV hal 466:
"Sesungguhnya Allah tidak menghimpun ummatku atas kesesatan dan perlindungan Allah beserta orang banyak."

Selanjutnya, dalam kitab Faidlul Qadir Juz 2 hal 431:
"Sesungguhnya ummatku tidak berkumpul atas kesesatan maka apabila engkau melihat perselisihan, maka hendaknya engkau berpihak kepada golongan yang terbanyak."

Al-Qiyas

Qiyas menurut bahasanya berarti mengukur, secara etimologi kata itu berasal dari kata Qasa. Yang disebut Qiyas ialah menyamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain dalam hukum karena adanya sebab yang antara keduanya.

Rukun Qiyas ada 4 macam : al-ashlu, al-far'u, al-hukmu dan as-sabab. Contoh penggunaan qiyas, misalnya gandum, seperti disebutkan dalam suatu hadits sebagai yang pokok (al-ashlu)-nya, lalu al-far'u-nya adalah beras (tidak tercantum dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits), al-hukmu, atau hukum gandum itu wajib zakatnya, as-sabab atau alasan hukumnya karena makanan pokok.

Dengan demikian, hasil gandum itu wajib dikeluarkan zakatnya, sesuai dengan hadits Nabi, dan begitupun dengan beras, wajib dikeluarkan zakat.

Meskipun, dalam hadits tidak dicantumkan nama beras. Tetapi, karena beras dan gandum itu kedua-duanya sebagai makanan pokok. Di sinilah aspek qiyas menjadi sumber hukum dalam syari'at Islam.

Dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, (yang artinya): "Ambilah ibarat (pelajaran dari kejadian itu) hai orang-orang yang mempunyai pandangan." (QS. Al-Hasyr: 2)

"Dari sahabat Mu'adz radhiyallahu 'anhu berkata: Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus ke Yaman, Rasulullah bersabda: Bagaimana engkau menentukan apabila tampak kepadamu suatu ketentuan? Mu'adz menjawab: Saya akan menentukan hukum dengan kitab Allah. Mu'adz menjawab: Dengan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian Nabi bersabda: Kalau tidak engkau jumpai dalam Sunnah Rasulullah dan dalam kitab Allah? Mu'adz menjawab: Saya akan berijtihad dengan pendapat saya dan saya tidak kembali. Mu'adz berkata: Maka Rasulullah menepuk dadanya, kemudian Mu'adz berkata: Alhamdulillah yang telah memberikan taufiq kepada utusan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan apa yang Rasulullah meridhai-Nya."

Kemudian Al-Imam Syafi'i memperkuat pula tentang qiyas dengan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Al-Qur'an (yang artinya): "Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu membunuh binatang buruan ketika kamu sedang ihram, barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak yang seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu." (QS. Al-Maidah: 95)

Sebagaimana madzhab Ahlussunnah wal Jama'ah lebih mendahulukan dalil Al-Qur'an dan Al-Hadits dari pada akal. Maka dari itu madzhab Ahlussunnah wal Jama'ah mempergunakan Ijma' dan Qiyas kalau tidak mendapatkan dalil nash yang shareh (jelas) dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Friday, 10 June 2011

Biografi singkat Al-Imam Abu Mansur Al-Maturidi

Namanya adalah Muhammad bin Muhammad Abu Mansur Al-Maturidi, ia di lahirkan di sebuah kota yang bernama maturid didaerah Samarqand (termasuk daerah Uzbekistan) pada tahun 853 M dan meninggal pada tahun 333 H/ 944 M. Ia adalah pendiri dari aliran Al-Maturidiyah salah satu golongan aliran dari madzhab Ahlussunnah. Tidak seorangpun secara pasti mengetahui tahun kelahirannya. Ini adalah sebuah observasi penting karena ini berarti bahwa orang yang membuat isnad tidak mengetahui cukup informasi tentangnya untuk menjadikannya sebagai sumber, artinya tidak ada seorang alim pun yang pernah mengenalnya.

Golongan Maturidiyah adalah golongan rasionalis yang diatributkan kepada Al Maturidi. Sumber Ushulud Dien mereka adalah rasio dan mengambil teks (Al Quran dan Sunnah) sebagai sumber kedua setelah itu.
Al Maturidiyah didirikan dalam rangka untuk mengkounter golongan yang lain (seperti Mu’tazillah dan Ash’aris), akan tetapi tidak disebut Al Maturidiyah hingga setelah kematiannya.

Adapun, Syeikh Nusair bin Yahya Al Balkhie (Hanafi) meninggal tahun 368 H, hanyalah seorang Syeikh yang diatributkan kepadanya. Dia tampaknya belajar semua fiqh dari Abu Hanifah, melalui beberapa pernyataan bahwa dia belajar dari ulama Hanafi lainnya seperti Al Jauzani dan saudaranya Abu Nasr Al Ayaad.

Al Imam Abu Mansur Al Maturidi digambarkan dalam buku; “Al Fath Al Mubin” (Terbuka Jelas Atas Tingkatan Ushulis), “Abu Mansur menggunakan argumen yang kuat untuk meyakinkan setiap orang, dia menggunakannya untuk mempertahankan aqidah umat muslim……”

Dia adalah orang yang banyak merujuk pada rasio/akal dan dari pendapat-pendapat mereka sendiri. Mereka memberikan kepadanya titel yang menyeluruh/sempurna, sepanjang persoalan itu bisa dibuktikan, dia tidak akan mengambil pendapat ulama. Mereka mengatakan, “Dia berdiri keras melawan golongan Mu’tazillah”. Dia begitu luar biasa dalam menyerang teks (Al Quran dan As Sunnah) dengan menggunakan rasio. Dia seorang rasionalis yang mencoba membuktikan eksistensi Allah dengan hujjahnya sendiri, akan tetapi jika dia tidak mengetahui bagaimana eksistensi Allah berdasarkan Al Qur’an maka dia akan dihukum oleh Allah swt.

Abu Mansur berdebat dengan semua ulama yang tidak sependapat dengannya. Dia berdebat dengan banyak orang dari golongan Mu’tazillah dan bersatu dengan Asy’ariyy dalam melawan mereka. Tidak ada bukti bahwa dia bertemu dengan Imam Abul Hasan Al Asha’ari, akan tetapi murid-murid mereka saling bertemu. Dia memilki perselisihan yang besar dengan Ahlul Hadits, dia menyaksikan pembunuhan besar-besaran antara Ahlul Hadits dan Ahlul Kalam. Kelebihan dari Imam Abu Mansur Al Maturidi adalah dia menulis banyak buku, akan tetapi dia tidak banyak mendapat dukungan dari ulama. Dia meninggal dan dikuburkan di Samarqand.


Dia dikenal adalah orang yang kuat. Dia dikenal oleh salah seorang ulama yaitu Abu Hasan An Nadawi, beliau berkata, “Abu Mansur Al Maturidi adalah seorang yang pandai, lihai dan terampil dalam semua seni.” (Rijal Al Fikri Wad Da’wah)
Dia hidup pada masa yang sama dengan Abul Hasan Al Ash’ari, akan tetapi tidak ada bukti bahwa mereka saling bertemu. Namun dilaporkan bahwa mereka berdebat dan berkomunikasi melalui surat dan melalui murid-murid mereka (meslipun tidak ada bukti bahwa mereka secara nyata berkomunikasi lewat surat).

Dia memiliki banyak buku termasuk, “Ushul Fiqh”, “Takfir”, “Takwil” yang dia gunakan untuk menyerang Jahmiyah dan salah satu bukunya yang terkenal yaitu “Kitabul Tauhid”
Dalam “Kitabul Tauhid”, tidak disebutkan tentang Tauhid Uluhiyah, pembicarannya murni tentang Tauhid Rububiyah dan sesuatu yang berhubungan kepada Tanzih.
Kitab-kitab yang pernah dikarangan oleh beliau diantaranya adalah ;
· Kitab Al Tawhid
· Kitab Radd Awa'il al-Adilla
· Radd al-Tahdhib fi al-Jadal
· Kitab Bayan Awham al-Mu'tazila
· Kitab Ta'wilat al-Qur'an
· Kitab al-Maqalat
· Ma'akhidh al-Shara'i' in
· Al-Jadal fi Usul al-Fiqh
· Radd al-Usul al-Khamsa
· Radd al-Imama
· Al-Radd 'ala Usul al-Qaramita
· Radd Wa'id al-Fussaq

Al Maturidiyah

Setelah dia meninggal, ide-idenya berkembang mulai tahun 333 H hingga 500 H dikalangan murid-muridnya. Banyak dari mereka yang menulis banyak buku yang mengikutinya dalam aqidahnya dan mengikuti fiqh dari Abu Hanifah. Termasuk di dalamnya (muridnya) yaitu Imam Abul Qasim Ishaq bin Muhammad bin Ismail Al Hakim Al Samarqandi (meninggal 342 H), dikenal sebagai Abul Qasim Al Hakim dan Abu Muhammad Abdul Kareem bin Musa bin Isa Al Bazdawi (meninggal 390 H) dikenal sebagai Al Bazdawi

Setelah ini tingkatan Al Maturidiyah dengan tokoh Abul Yusr Al Bazdawi (421 H – 493 H), dikenal sebagai Muhammad bin Muhammad bin Husain Abdul Kareem Al Bazdawi. Dia dikenal sebagai Syeikh dari Ahnaf setelah saudara tertuanya.

Setelah itu dia menjadi Syeikh Al Hanafiyah. Dia belajar dari ayahnya yang mengambil dari kakeknya yang merupakan murid dari Abu Mansur. Dia juga belajar dari banyak ulama Mu’tazilah. Dia belajar dari buku filosofi Al-Kindi. Dia menyalahkan Abu Hasan Al Ash’ari karena bukunya akan membingungkan semua orang (yang membacanya). Sesungguhnya dia telah membenarkan buku dari Abu Mansur Al Maturidi tentang At Ta’wil dan mendasari bukunya atas buku tersebut. Abu Yusr Al Bazdawi meninggal di Bukhara pada tahun 493 H.

Pada masa terakhir tulisan dan kumpulan dari aqidah Al Maturidiyah dari tahun 500 H dan seterusnya. Dilanjutkan pertama kali oleh Abul Mu’in An Nasafi (438 H – 508 H), orang yang berada antara Maturidiyah dari Baqilaani dan Ghozali serta Ash’aris. Dia menulis beberapa buku termasuk “Kitab At Tahmeed” yang berisi semua opininya.

Setelah itu, Najm Ad Dien An Nasafi (462 H – 537 H). Dia adalah Najm Ad Dien bin Muhammad An Nasafi, pengikutnya mencapai lebih dari 500 orang, dan terkenal dengan nama Abul Yusr Al Bazdawi dan Abu Isa. Imam Sam’aani berkata tentang biografi An Nasafi : “Pertama saya mengenalnya dia adalah seorang Imam yang memenuhi syarat dan dia menghimpun semua buku. Akan tetapi ketika saya berkunjung ke Samarqand saya membaca beberapa bukunya penuh dengan ilusi dan penyimpangan. Saya temukan (dari buku-buku tersebut) dia tidak mampu memahami hadits.”

Perlu dicatat bahwa Najm Ad Dien lebih dikenal oleh pengikutnya daripada Abu Mansur Al Maturidi. Setelah itu, Maturidiyah tersebar hingga ke Madaris dari Doubond dari tahun 1283 H dan tahun 1272 H. Maturidiyah tersebar hingga ke Brelwies. Penguasa Brelwies pada waktu itu adalah Ahmad Rida Khan, seorang Hanafi Maturidi. Dia dikenal sebagai “pemabantu dari Musatafa”. Dia meninggal tahun 1340 H. Sekolah terakhirnya adalah sekolah Al Kauthari, juga dikenal sebagai Jarkasi (1296 H – 1371 H) sebagai tokoh Maturidi. Dia adalah orang yang menghina semua a’immah dari ummah dan berkata “semua buku Salaf adalah syirik dan kita seharusnya tidak membacanya.” Dia adalah orang yang menulis semua buku-buku Abu Mansur Al Maturidi setelah itu.
Inilah sejarah singkat dari golongan Al Maturidiyah, darimana mereka datang dan bagaimana mereka berkembang. Penting untuk menggambarkan awal mula mereka. Karena kekacauan dari aqidah mereka tersebar luas di dunia hingga saat ini. Kita seharusnya mencatat bahwa dasar dari semua argumen mereka diawali dengan rasio/akal dan tidak didasarkan atas standar Islam dan sahabat Muhammad saw. Ahlul Sunnah Wal Jama’ah tidak menyimpang dari jalan sahabat Muhammad saw, baik dalam aqidah atau fiqh. Pemahaman inilah yang tidak ada (tidak ditemukan) di Al Maturidiyah.

Sumber:
http://enanglatif.blogspot.com/2011/05/biografi-singkat-al-imam-abu-mansur-al.html